Selasa, 19 April 2011

Harapan

          Manusia tidak pernah lepas dari nafsu. Nafsu berbicara tentang semua hal yang diharapkan, diinginkan, dan terus dikejar agar hal tersebut dapat tercapai. Meskipun tidak semua hal dapat tercapai, oleh karena itu ada rasa kecewa dan sedih. Harapan akan tinggal menjadi harapan jika kita tidak mau bertindak dan hanya menunggu dan terus menunggu. Keajaiban itu memang mungkin saja terjadi, namun kembali kepada diri kita. Apakah orang yang malas dan hanya berpaku tangan berhak mendapatkan sesuatu yang diharapkannya? Mungkin banyak orang akan tidak setuju jika ada orang yang malas dan hanya berpaku tangan ingin mendapatkan sesuatu yang WAH.

          Hal ini memang benar adanya, untuk mendapatkan apa yang kita ingin dan harapkan, kita haruslah berlari untuk dapat mencapainya. Butuh tekad yang kuat dan iman yang teguh. Karena banyak orang yang menjadi stress karena impian dan cita-citanya tidak tercapai. Disini saya akan membagikan tentang pandangan saya tentang harapan yang saya miliki saat ini.

         Saya manusia biasa yang terdiri dari darah dan daging yang masih memiliki nafsu untuk mendapatkan sesuatu yang baik dan yang enak. Saat ini saya berkuliah di Universitas swasta terkenal di Indonesia dengan harapan setelah lulus nanti sayadapat membalaskan budi orangtua saya. Sekarang orangtua saya telah berusia setengah abad. Saya sangat mengharapkan diri saya ini dapat menanggung beban yang ada pada keluarga. Namun kembali kepada diri saya lagi, saya akan berusaha mati-matian untuk dapat mewujudkan harapan dan cita-cita saya. Saya tahu saya tidak sendirian, karena ada teman, saudara dan sahabat yang selalu ada disisi saya. Dan pastinya ada Tuhan yang menuntun langkah saya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar